Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Follow us:   
Kontak kami:    kontak@wikidpr.org
Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan

Isu Aktual di BUMN – RDPU Komisi 6 dengan Dirut Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN dan Pegadaian

Tanggal Rapat: 24 Feb 2020, Ditulis Tanggal: 8 Apr 2020,
Komisi/AKD: Komisi 6 , Mitra Kerja: Dirut BRI

Pada 24 Februari 2020, Komisi 6 DPR-RI mengadakan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Dirut Bank Mandiri, BNI, BRI, BTN dan Pegadaian tentang isu aktual di masing-masing BUMN. Rapat dipimpin dan dibuka oleh Faisol Riza dari Fraksi PKB dapil Jawa Timur 2 pada pukul 19:45 WIB.

Sebagai pengantar rapat, Faisol menyampaikan bahwa utang lembaga keuangan BUMN yang mengalami kenaikan adalah lembaga perbankan. Bank mempunyai hutang sebesar 7,5 miliar USD dengan kenaikan sebesar 9%. Faisol juga menyampaikan bahwa pemerintah sudah menaikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara bertahap dalam 5 tahun ke depan. Sektor-sektor yang menjadi program utama pemerintah secara umum memberikan

Pemaparan Mitra

Berikut merupakan pemaparan mitra:

Dirut BRI

Dirut BRI

  • Aset BRI per Desember 2019 mencapai aset terbesar di Indonesia. Kredit BRI tumbuh dalam 8.3%.
  • BRI didukung oleh lebih dari 9.000 jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia. Perihal aspek yang disebut Social Value, BRI telah melakukan banyak program yang menyangkut kehadiran kami terhadap masyarakat.
  • Di tengah kondisi perekonomian global dan domestik, aset BRI bisa bertahan sebesar Rp1.416 triliun dan ini adalah aset terbesar di sektor perbankan, dan ini karena kepercayaan masyarakat.
  • Kontribusi BRI tahun 2015-2019 dari pajak adalah Rp75,2T dan dividen Rp31,1T dengan total sebesar Rp106,3T.
  • Program BRI dalam mendukung program pemerintah: (1) BRIncubator, (2) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), (3) Kartu Tani, (4) Program Keluarga Harapan (PKH), (5) Rumah Kreatif BUMN (RKB) dan (6) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Dirut Bank Mandiri

  • Kinerja Bank Mandiri di tahun 2019 dikatakan baik, seiring dengan komitmen Bank Mandiri, yaitu “tumbuh sehat membangun negeri”. Tumbuh kredit Bank Mandiri sebesar 10,65 %, laba bersih Rp27,5T dan kualitas kredit membaik.
  • Kontribusi Bank Mandiri kepada pendapatan negara mencapai Rp202,3T melalui pembayaran pajak dan dividen.

Dirut BNI

  • Total kredit BNI sebesar 14,3%, total Dana Pihak Ketiga (DPK) BNI sebesar 13,5% dan total aset sebesar 13,6%.
  • Selama 5 tahun terakhir, market share BNI meningkat menjadi 9,5%, begitu pula di YPK menjadi 9,3%. Untuk komposisi sekmen kredit BNI sebesar 52% masih di bisnis korporasi, 13% di middle, 14% di small, konsumer sekitar 15% dan sisanya sebesar 6%.
  • Pertumbuhan kredit didorong oleh segmen Business Banking, sedangkan secara sektoral, komposisi kredit terbesar adalah sektor manufaktur, perdagangan, restoral dan hotel, serta jasa dunia usaha.

Dirut BTN

  • Tahun 2019 cukup menantang bagi BTN, karena kinerja BTN terpengaruh oleh likuiditas yang cukup ketat, implementasi PSAK71 dan sektor properti khusus yang high risk. Ini tercermin dengan kinerja keuangan BTN meskipun aset dana pihak ketiga BTN masih cukup baik.
  • Bank BTN fokus kepada kredit perumahan dimana hampir 90% kredit yang BTN salurkan itu ke sektor perumahan. Dari sisi kredit non perumahan itu 10%.
  • Aset tumbuh sebesar 1,74%, kredit dan pinjaman tumbuh sebesar 7,36%, dana pihak ketiga -2,11% dan laba bersih -92,55%.
  • Tahun 2019, pertumbuhan kredit lebih landai, namun pertumbuhan tersebut masih sama dengan pertumbuhan industri. Sumber pendanaan BTN tahun 2019 sendiri berasal dari Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Non DPK.
  • Ketersediaan lahan untuk pembangunan perubahan sederhana semakin lama semakin terbatas, sehingga rumah subsidi yang dibangun lebih jauh dari pusat perkotaan.
  • Tantangan pelaksanaan program sejuta rumah adalah anggaran pemerintah untuk pembiayaan rumah bersubsidi menurun setiap tahun, namun BTN sudah dihubungi oleh Menteri Keuangan terkait hal ini.
  • Tantangan lain mengenai proses perizinan yang berbeda di setiap daerah.

Dirut Pegadaian

  • Nasabah Pegadaian dalam waktu terakhir adalah 13,86 juta dan 72% adalah wanita.
  • Komposisi bisnis Pegadaian sebesar 20% itu syariah dan 80% konvensional. Pegadaian sudah merambah ke syariah.
  • OSL Pegadaian naik 23,3%, omset naik 10,86%, aset naik 23,7% dan laba bersih 12,0%.
  • Pegadaian hadir di seluruh pelosok negeri untuk mendukung inklusi keuangan. Pegadaian punya program Tabungan Emas dalam rangka mendukung inklusi keuangan ini. Pegadaian juga mendukung cashless transaction. Pegadaian juga memiliki program gadai tanpa bunga untuk yang baru akan membuka usaha bisnis.

Pemantauan Rapat

Berikut merupakan respon anggota terhadap pemaparan mitra:

Rangkuman Terkait

Komisi / Alat Kelengkapan Dewan